Halaman

    Social Items

Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Assalamu'alaikum

Beberapa hari yang lalu ada teman bertanya kepada saya. Dia bertanya apakah saya tidak pernah mengalami pertengkaran dalam rumah tangga. Ketika saya jawab "pernah" eh dia malah mggak percaya, pasalnya dia tidak pernah mendengar atau mengetahui bahwa saya sedang bertengkar dengan istri.

Memang benar sih apa yang teman saya itu bilang, hingga kini hampir semua orang tidak pernah melihat saya dan istri saat sedang bertengkar. Dan itu karena saya dan istri tidak pernah "mempublikasikan diri" kepada orang-orang bahwa saat itu kami sedang mendapat masalah. Kami juga berusaha menyelesaikan permasalahan yang kami alami secepat mungkin. Untuk lebih jelasnya anda bisa baca postingan saya terdahulu yang juga membahas hal yang serupa.

Melalui kesempatan ini saya ingin berbagi lagi pengalaman kami saat sedang menghadapi suatu permasalahan dalam kehidupan rumah tangga. Siapa tahu pengalaman kami ini bisa bermanfaat bagi teman-teman semua dalam mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga.

Ketika anda berdua sedang bertengkar, ada beberapa hal yang masuk kategori "JANGAN DILAKUKAN". Hal-hal ini wajib anda berdua hindari. Mengapa? Jika beberapa hal terlarang ini bisa anda hindari, anggap saja anda berdua sudah 50% menyelesaikan masalah anda. Sebaliknya, jika anda justru melakukan hal-hal terlarang ini, anda hanya akan menambah beban permasalahan... kalaupun anda berdua nantinya bisa "berdamai" lagi, hubungan anda berdua akan terdapat "bekas luka" yang tidak bisa disembuhkan, dan suatu saat "luka" tersebut akan terbuka lagi.

Hal-hal yang tidak boleh anda berdua lakukan adalah:

# Mengumpat dan menghina

Jangan pernah mengeluarkan kata-kata umpatan dalam 'bentuk' dan 'format' apapun, apalagi sampai menyebut nama-nama hewan para penghuni kebun binatang. Juga jangan menghina pasangan baik itu mengenai sifat atau fisik pasangan, terlebih lagi sampai-sampai membawa orang tua dan keluarga pasangan dalam hinaan anda... Fiuuuhh.. bisa fatal akibatnya..

# Main tangan / memukul

Sangat terlarang sekali terutama bagi anda kaum lelaki. Well gentlemen.. Jika anda adalah laki-laki sejati jangan pernah sekalipun anda melakukan kekerasan fisik terhadap istri anda!

iihhh sangat jijay bajai jika anda melakukan hal tersebut....

# Meninggalkan Pasangan

Jika anda masih ingin memperbaiki hubungan anda, jangan pernah anda meninggalkan pasangan anda. Jangankan meninggalkan rumah tanpa pamit, sekedar pisah ranjang saja sebisa mungkin jangan. Ingatlah.. menyelesaikan suatu masalah itu diawali dengan komunikasi. Nah bagaimana anda berdua bisa saling berkomunikasi jika yang satu pergi ke arah barat dan yang lainnya pergi ke arah timur, dan tidak mau saling ketemu.. bahkan menerima telepon saja tidak mau....

# Membanting barang

Jangan sekali-kali melakukan pelampiasan amarah dengan merusak barang-barang di rumah. Selain karena membuang-buang uang, siapa tahu barang yang anda banting itu sangat bernilai bagi anda atau pasangan anda... eman-eman, om-tante..

Juga jika anda melakukan pelemparan barang, itu sangat berbahaya bagi orang-orang disekitar anda. Bayangkan saja, bagaimana saat anda melempar piring ke tembok sedangkan di dekat situ ada anak anda. Akibatnya, anak anda terkena pecahan piring tersebut. Atau anda melempar barang keluar rumah dan tidak sengaja mengenai tetangga anda. Waduh.. jadi tambah runyam masalahnya, bro and sis...

Baca juga : MENGAPA AKU DI LARANG? ORTU TIDAK ADIL

    Yang perlu anda berdua lakukan pertama kali adalah diam dan menenangkan diri, lalu ungkapkan permasalahan atau uneg-uneg anda kepada pasangan secara baik-baik. Dan akhirnya cari pemecahannya berdua. Jangan pernah menunda mencari jalan keluar sehingga masalah semakin membesar segede gaban.. (padahal Gaban aja nggak gede, yang lebih gede itu Ultraman dan Godzilla hehehe)

    Nah cukup sekian sharing pengalaman dari saya. Semoga pengalaman kami ini bisa membantu teman-teman dalam membina rumah tangga yang baik dan bahagia.. aamiin..

    Jika ada teman-teman yang ingin menambahi atau bertanya, silahkan tulis dalam kolom komentar di bawah atau PM saya.. feel free to do it...

    #sruputkopi

    Wassalamu'alaikum

    TIPS MENGHADAPI MASALAH RUMAH TANGGA PART 2

    Untuk para lelaki (terutama yang belum menikah), pernah dengar perkataan ini nggak? "Makanya cepetan nikah biar enak. Makan ada yang siapin, capek ada yang mijitin, pengen kopi ada yg bikinin, tidur ada yang nemenin". Saya yakin sebagian besar dari anda-anda pasti sudah pernah dengar. Lalu benarkah perkataan tersebut??

    Saya akan jawab dengan singkat, jelas, dan padat.. BENAR !!

    Berdasarkan pengalaman saya nih, menikah itu memang "enak".. saat subuh ada yang bangunin dengan belaian lembut di pipi diiringi bisikan pelan "sayang bangun gih.. udah subuh nih.." (tapi klo kita nggak bangun-bangun juga ya belaian yg lembut itupun berubah jadi belaian yg 'tidak' lembut  #plak plak#).. begitu udah bangun eeeehhh udah tersedia juga secangkir kopi nikmat.

    Capek pulang kerja juga disambut senyuman manis sambil ditanya "ayah mau minuman dingin ato hangat??" duuuuuhhh pokoknya nyaman hati ini.. Saking nikmatnya kehidupan berumah tangga itu, bobot tubuhku langsung naik 10 kilo dibandingkan sebelum nikah dulu.

    Baca juga :

    kehidupan seorang suami, kehidupan seorang ayah, tugas suami, kewajiban suami, kehidupan keluarga, keluarga harmonis, rumah tangga

    Tapi... (lho kok pakai tapi??) Jangan hanya dibayangkan kalau seorang suami akan dilayani bak seorang raja saja.. tolong diingat juga kalau seorang suami itu juga punya kewajiban. Dia harus bisa menafkahi, memimpin, mengayomi, juga melindungi keluarganya. Dari sini akan saya berikan beberapa contoh pengalaman saya betapa "keras"nya kehidupan seorang suami terlebih lagi yang sudah jadi ayah..

    Namun sebelumnya saya minta maaf terlebih dahulu kalau salah satu contoh yang saya berikan mungkin terkesan agak gimana gitu, tapi itu adalah sebuah realita yang harus dihadapi seorang suami/ayah :)

    Baiklaaah.. ini beberapa contohnya :
    • Pernah suatu malam saat Surabaya diguyur hujan lebat, kebetulan pipa pembuangan air dari atap buntu tertutup dedaunan yg rontok. alhasil, air meluap kedalam plafon dan dengan suksesnya menjebol plafon sehingga ruang tamu kebanjiran. berhubung sepertinya hujan bakalan berlangsung lama, ya mau ndak mau harus naik ke atas genting untuk betulin pipa pembuangan. bayangin.. malam-malam hujan angin harus naik genting. resikonya bisa jatuh terpeleset atau kesambar petir tuh. Alhamdulillah setelah setengah jam lebih di atas genting, semuanya bisa teratasi dengan lancar. Dan besok paginya, punggung dipenuhi banyak tato bergaris warna merah.. kerokan.
    • Contoh yang selanjutnya ini agak 'heboh' lho. Pulang kerja langsung makan nasi pecel yg disiapin istri tercinta, sambil nonton TV di kamar. Disamping saya ada Sinichi, yang saat itu berusia 8 bulan, sedang tertidur. Lagi enak-enaknya makan nasi pecel sambil "muluk" (makan tanpa sendok, hanya pakai jari tangan), kok tiba-tiba ada bau tidak sedap.. begitu menoleh kesamping..  DIIEEENG !! Sinichi sudah buang air besar di popok-nya... mana sang ibu tadi minta ijin keluar rumah sebentar lagi.. ya sudahlah.. taruh piring, cuci tangan, lalu ganti popok dan basuh sinichi dari sisa-sisa 'pub'-nya, setelah itu cuci popok biar bersih dari kotoran kemudian jemur. Dan... makan pecel sambil 'muluk' dilanjutkan kembali.. ^_^v

    Gimana? sudah dapat bayangan nggak bagaimana kehidupan seorang suami atau ayah? saya menulis ini bukan dengan maksud menakuti-nakuti lho.. Terus terang, melakukan hal-hal tersebut untuk keluarga bisa menimbulkan kebanggaan dan kepuasaan tersendiri. Bangga dan puas apabila istri dan anak-anak kita bisa tersenyum bahagia..

    Contoh yang saya berikan diatas hanyalah sebuah 'pengorbanan' kecil saja dari seorang suami, masih banyak para suami di luar sana yang 'pengorbanannya' jauh lebih besar daripada saya
    Apa yang saya tulis diatas bukanlah bernaksud untuk menggurui atau mempengaruhi teman-teman lho ya. Hanya sekedar berbagi pengalaman saja. Semoga sharing saya kali ini bisa berguna untuk teman-teman ( walaupun sebenarnya postingan ini nggak ada manfaatnya sama sekali )  ^_^

    KEHIDUPAN SEORANG SUAMI / AYAH

    Assalamu'alaikum

    Tidak dipungkiri kalau dalam menjalani kehidupan rumah tangga kadang timbul riak-riak masalah baik itu kecil ataupun besar. kata orang sih itu bumbu kehidupan rumah tangga, tapi kalau tidak tepat penanganannya ntar malah jadi berabe. Ibaratnya kalau makanan jadi terlalu asin atau pedas.. kan jadi tidak enak dimakan.

    Nah tips cara menghadapi masalah rumah tangga ini cocok dipelajari terutama bagi pasangan yang baru menikah dan tinggal di pondok mertua indah ( tapi yang sudah lama menikah dan/atau udah punya rumah sendiri juga ndak apa-kok ). Lha pasangan baru kok berantem? ndak mungkin lah.. eiiits.. sapa bilang pasangan baru ndak mungkin berantem? justru pasangan barulah yang rentan terkena masalah, tp bukan bermaksud mendoakan lho ya.. :)


    Baca juga :

     Langsung to the point aja ya. So langsung aja cekidot tips-tips nya :

    1. PERMASALAH JANGAN SAMPAI KELUAR KAMAR

    Usahakan jika ada masalah jangan sampai masalah tersebut keluar dari kamar tidur anda. Dengan kata lain hanya anda dan pasangan anda saja yang mengetahuinya. Orang tua, saudara, apalagi anak-anak anda sebisa mungkin jangan ada yang mengetahui jika anda dengan pasangan anda ada masalah. Bicarakan dan selesaikan permasalahan anda berdua hanya didalam kamar. Disini dituntut kedewasaan anda berdua karena anda harus membicarakan dengan suara dan intonasi yang tidak tinggi serta pengertian dari masing-masing pihak. Juga harus menahan diri agar tidak melakukan kekerasan fisik kepada pasangan. Jangan sampai ada orang ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya tahu bahwa anda ada masalah karena (maaf) terkadang saran dari pihak lain justru tidak menyelesaikan masalah malah menambah runyam suasana.

    Lantas bagaimana harus bersikap di luar kamar? bersikap wajar saja seperti tidak ada apa-apa diantara anda berdua. Sulit? tentu saja.. siapa bilang gampang.. kita harus berakting seperti bintang sinetron profesional nih. Meskipun ada rasa marah atau jengkel kepada pasangan, kita harus tetap tersenyum ke dia, ngobrol, belai rambutnya, mijitin dia (uuuughh.. padahal rasanya pingin ngomel-ngomel plus nampar... hahahaha becanda.. becanda..) Tapi dibalik kepura-puraan anda itu ada keuntungannya lho.. seperti apa? melihat pasangan tersenyum, ngambilin kita minum atau makanan, bercanda dengan kita, dsb bisa me-refresh pikiran dan emosi kita. kita bisa melihat kembali sisi positif atau hal-hal baik dari pasangan kita. Itulah salah satu modal awal yang sangat penting.

    Lalu anda harus merubah "hati" anda, maksudnya ialah saat dalam proses ber"pura-pura" ini, jika awalnya anda melakukan sesuatu untuk dia dengan tidak sepenuh hati, maka kali ini lakukan dengan sepenuh hati dan ikhlas. Insyaallah dengan begitu kita akan beranggapan bahwa apa yg pasangan kita lakukan untuk kita adalah dengan keikhlasan juga. Hal itu untuk menumbuhkan benih-benih MAAF di hati kita. Setelah itu kita intropeksi diri masing-masing. Coba renungkan sudah benarkah hal yang telah anda tuduhkan ke pasangan anda, dimana letak kesalahan yang telah anda lakukan serta dampaknya untuk pasangan anda. Namun jangan pernah sekali-kali berpikiran untuk mencari pembenaran dan pembelaan diri. Kemudian kita bicarakan kembali baik-baik dengan pasangan kita hingga masalah tersebut tuntas. Jangan lupa berdoa semoga diberi petunjuk oleh Allah jalan keluar yang terbaik.

    2. PERMASALAHAN JANGAN SAMPAI KELUAR RUMAH

    Namun jika masalah belum sempat terselesaikan dan akhirnya terlepas keluar kamar sehingga orang tua, sodara, atau anak-anak kita mengetahuinya, usahakan jangan sampai permasalahan tersebut keluar dari rumah. Bagaimana caranya?
     Meskipun orang-orang serumah sudah tahu bahwa anda dan pasangan sedang ada masalah, tetap saja anda berdua tidak diijinkan untuk meluapkan emosi seenaknya saja.. jangan lantas berbicara dengan berteriak-teriak, melakukan kekerasan fisik, atau banting barang kanan-kiri ( ada piring terbang, panci terbang, cobek terbang.. ckckckck) Tetap kembali lakukan cara-cara seperti point no.1 diatas. Jika ada saran dan petunjuk dari orang tua dan sodara, jangan diterima dengan mentah-mentah apalagi saran-saran tersebut ada kesan menyalahkan salah satu pihak.. pilah-pilah dengan bijak

    3. PERMASALAHAN SUDAH DIKETAHUI PAPARAZI DAN TETANGGA ^_^a

    Nah jika memang permasalahan kita udah jadi konsumsi masyarakat alias tersebar ke telinga tetangga-tetangga kita, jangan panik. Jika masalah sudah selesai sih tidak apa-apa.. lha kalo belum?? kembali aja ke prinsip no. 1.. (lagi-lagi no.1... apaan seh penulis ini...) tapi emang benar kan? emang ada untungnya bagi kita jika kita berantem dengan pasangan sambil diliatin orang-orang gitu?

    Baca Juga :

    aaaaahhhhh.. selesai sudah menulis tipsnya.. jari sampai keriting nih. Tips diatas silahkan dicoba dan diterapkan siapa tahu bisa berguna bagi teman-teman semua (terutama yang sedang menghadapi masalah rumah tangga.. hehehe..)

    NOTE : Tips menghadapi masalah rumah tangga diatas adalah komitmen saya dan istri saya yang telah kami bicarakan dan sepakati berdua dari awal menikah dulu. Alhamdulillah hingga sekarang tiap menghadapi masalah hanya sampai point no.1 dan selalu selesai dalam waktu 1-2 hari saja ^_^v

    Wassalamu'alaikum

    TIPS MENGHADAPI MASALAH RUMAH TANGGA