Halaman

    Social Items

Tampilkan postingan dengan label Hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hewan. Tampilkan semua postingan

Saat ini Murai Batu (MB) asal Aceh oleh pakar kicau mania di anggap sebagai Murai Batu yang memiliki kualitas istimewa yang bisa menandingi kualitas Murai Batu Medan, sehingga membuat banyak penggemar Murai Batu berlomba-lomba untuk memeliharanya.

Murai Batu (MB) Aceh merupakan Murai Batu yang paling tenar dikalangan Kicau Mania setelah Murai Batu Medan, karena keduanya memiliki kualitas suara dan mental yang seimbang.

Kedua burung Murai Batu (MB) tersebut memiliki beberapa persamaan, dari mulai suara, bentuk fisik sampai pada mental dan gaya tarungnya.

Secara fisik, Murai Batu (MB) asal Aceh dan Medan ternyata sangat mirip. Dua jenis Murai Batu itu hanya dibedakan dari habitat asalnya ditangkap saja.

Habitat aslinya disekitar Gunung Leuser yang merupakan perbatasan antara Medan (Sumatera Utara) dengan Aceh. Antara lain ada di daerah Tangse, Bahorok, Malabo, Tapak Tuan, Marike, Pasaman, Kedebieng, dan beberapa wilayah seputar Medan.

Pada dasarnya kedua jenis burung Murai Batu (MB) tersebut memiliki ekor panjang yang lentur dan melengkung dengan ukuran panjang bisa mencapai 25 cm, bahkan ada yang lebih, tapi ada juga yang ukuran ekornya lebih pendek. Tapi saat ini sangat sulit untuk dapat menemukan Murai Batu lokal dengan panjang ekor 25cm, karena yang berekor pendek saja sudah nyaris punah di habitat aslinya.

Suara kicauan Murai Batu (MB) Aceh terdengar keras dan lantang dengan variasi lagu yang bermacam-macam dan kasar terutama pada saat mengeluarkan suara alasnya. Tapi pada saat menirukan suara burung lain, suaranya akan terdengar lebih nyaring dan lebih keras dari suara burung aslinya.

Selain memiliki suara kicauan yang bagus dan bervariasi, Murai Batu (MB) Aceh juga dikenal memiliki mental tarung yang tangguh, terbukti dengan banyaknya Murai Batu asal Aceh yang dapat berprestasi di arena lomba burung kicau.

Demikian sedikit informasi tentang "Ciri-ciri dan kelebihan Murai Batu Aceh". Untuk informasi lain seputar Murai Batu (MB), dapat dibaca pada artikel Sanachinet lainnya.
 
 
Saat ini Murai Batu (MB) asal Aceh oleh pakar kicau mania si anggap sebagai Murai batu yang memiliki kualitas istimewa
Murai Batu Aceh

Ciri-ciri dan kelebihan Murai Batu Aceh

Cara membedakan jenis kelamin burung branjangan jantan dan betina bisa di lihat dari ciri-ciri fisik maupun dari karakter. Burung Branjangan adalah salah satu burung asli Indonesia yang banyak peminatnya karena burung ini memiliki suara kicauan yang merdu dan bervariasi kalau sudah gacor. Suara kicauannya yang nyaring dengan banyak variasi sambil terbang ditempat menjadi daya tarik tersendiri dari burung ini.

Dihabitatnya burung Branjangan menyukai tempat-tempat yang kering atau gersang, kawasan berbatu dan berpasir serta sering dijumpai didaerah pegunungan.

Makanan utama dari burung ini adalah biji-bijian dan juga hewan-hewan dan serangga-serangga kecil.

Saat ini burung Branjangan yang banyak dijual dipasaran berasal dari Nusa Tenggara dan Sumatera. Padahal burung Branjangan yang banyak dicari dan memiliki kualitas terbaik adalah Branjangan yang berasal dari pulau Jawa (lokal). Tapi sayangnya keberadaan burung Baranjangan Jawa sudah sangat langka dan sulit ditemukan di alam bebas karena banyaknya perburuan liar.

Burung Branjangan Jawa memiliki beberapa kelebihan antara lain: memiliki mental yang bagus, postur tubuh lebih besar, corak warna lebih menarik, volume suara lebih keras dan lebih banyak variasi.

Di Pulau Jawa, habitat burung Branjangan tersebar dibeberapa wilayah di Jawa tengah, Jawa timur dan Jawa barat.

Kandang yang cocok untuk merawat burung Branjangan biasanya berbentuk bulat tinggi dengan ukuran 35×90 cm dengan tujuan agar burung bisa terbang leluasa ke atas dan kebawah sambil berkicau dengan gaya unik seperti di alam bebas.

Di dalam kandangnya diberi tenggeran yang terbuat dari batu apung atau batu lainnya, dan pada dasar kandang ditaburi dengan pasir kasar serta batu bata yang di tumbuk agak kasar agar burung tetap merasa seperti dihabitat alaminya.

Burung Branjangan yang bisa gacor dengan suara kicauan lantang dan bervariasi adalah burung Jantan. Jadi sebaiknya sebelum membeli burung Branjangan, sebaiknya kenali dulu ciri-ciri burung jantan dan betina agar tidak salah pilih.

Berikut ini ciri-ciri burung Branjangan jantan dan betina:

Ciri-ciri burung Branjangan jantan:

• Warna bulunya coklat tajam dan bulunya lebih tebal.

• Alis mata lebih tebal dan sorot matanya tajam.

• Warna paruhnya lebih hitam dan mengkilat.

• Paruh bagian bawah terlihat putih atau terang.

• Ketika bertemu dengan burung sejenis, jambul dikepalanya akan berdiri lebih panjang dan tampak lebih gagah.

• Suara kicauannya keras, bervariasi dan ngeroll.

Ciri-ciri burung Branjangan betina:

• Warna bulunya coklat kusam.

• Alis mata lebih tipis dan sorot matanya tampak sayu.

• Burung Branjangan betina juga memiliki jambul, tapi bedanya jambul pada burung betina lebih pendek.

• Warna paruhnya hitam kecoklatan, baik yang atas maupun yang bawah.

• Volume suaranya sama-sama keras, tapi suara kicauan burung betina cenderung terputus-putus dan monoton.

Demikian sedikit informasi tentang "Ciri-ciri perbedaan burung Branjangan jantan dan betina". Untuk informasi lain seputar burung Branjangan, dapat dibaca pada artikel SANACHINET lainnya.

Burung Branjangan jantan dan betina

Cara Membedakan burung Branjangan jantan dan betina

Burung Kepodang lokal memiliki ciri khas warna bulu dominan kuning dengan kombinasi warna hitam pada bagian sayap, kepala dan ekornya. Bentuk fisik dan warna bulu Kepodang lokal tidak ada bedanya dengan bentuk fisik dan warna bulu Kepodang sebrang.

Yang membedakan keduanya hanya ukuran tubuhnya saja. Burung Kepodang lokal memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dan ramping dengan paruh yang tidak terlalu besar, sedangkan ukuran tubuh Kepodang sebrang lebih besar dengan paruh yang juga lebih besar.

Dibalik keindahan bentuk fisik dan warna bulunya tersebut, burung Kepodang lokal juga memiliki suara kicauan yang sangat merdu dengan nada khas "pitu wolu" yang jelas. Burung ini juga bisa menirukan suara burung lain jika dipelihara dari anakan dan dimaster dengan suara-suara burung lain.

Burung Kepodang lokal yang paling aktif dan rajin berkicau adalah yang berkelamin jantan. Selain itu suara Kepodang jantan juga lebih nyaring dan bervariasi.

Kepodang lokal merupakan burung yang mudah gacor jika dirawat dengan tepat dan konsisten.

Berikut ini pola perawatan harian Kepodang lokal agar cepat gacor:

• Embunkan burung mulai jam 05.00 pagi untuk menghirup udara segar dan menikmati suasana pagi hari yang merupakan saat favorit bagi burung-burung liar untuk berkicau saling sahut-sahutan. Dengan begitu diharapkan burung Kepodang juga akan berkicau dengan lantang (ngeplong).

• Mandikan burung secara rutin setiap hari antara jam 07.00-09.00 pagi dengan cara disemprot menggunakan sprayer atau mandi dikeramba jika sudah terbiasa. Burung Kepodang merupakan burung yang suka mandi untuk membersihkan tubuh dan memperindah penampilannya.

• Setelah selesai dimandikan, burung di angin-anginkan terlebih dulu untuk mengeringkan bulu-bulunya. Setelah bulu-bulunya kering, lalu burung dijemur selama kurang lebih 1 jam setiap harinya. Setelah selesai dijemur, gantang burung ditempat yang teduh dan biarkan berkicau sepuasnya.

• Bersihkan kandangnya setiap hari dari kotoran dan sisa-sisa pakan yang tercecer didasar sangkar agar burung selalu sehat, nyaman dan rajin berkicau.

• Ganti atau tambahkan voer sebagai pakan utamanya, ganti juga buah dengan yang baru setiap hari. Dan jangan lupa, air minumnya juga diganti setiap hari agar tidak terjangkit bakteri.

Variasikan pemberian buah dengan cara di selang-seling setiap harinya, misalnya hari senin dan selasa diberikan pisang kepok, hari rabu dan kamis diberikan pepaya, hari jum'at dan sabtu diberikan buah apel, dan khusus hari minggu diberikan buah yang berbeda seperti sawo atau buah lainnya. Hal ini bermanfaat untuk membuat burung Kepodang lokal agar tidak mudah stres dan merasa senang, selain itu juga untuk melengkapi kebutuhan vitamin burung.

• Selain diberikan pakan berupa voer dan buah-buahan, burung Kepodang lokal juga perlu diberikan extra fooding (EF) berupa jangkrik dan ulat hongkong.

Berikan jangkrik sebanyak 5-7 ekor setiap pagi dan sore hari. Sedangkan ulat hongkong (UH) bisa diberikan pada saat cuaca dingin/musim hujan untuk menghangatkan tubuh burung dan juga pada saat masa mabung untuk membantu mempercepat proses perontokan bulu-bulunya.

Kroto segar juga bisa diberikan 2 kali seminggu untuk mendongkrak birahi burung agar lebih rajin berkicau, tapi porsi pemberiannya jangan berlebihan untuk menghindari over birahi (OB)

• Pemberian multivitamin sebagai penambah stamina dan daya tahan tubuh juga penting sebagai antisipasi dari kondisi cuaca ekstrim yang dapat memicu timbulnya serangan penyakit pada burung.

• Jika kondisi burung drop/kurang fit, sebaiknya burung tidak perlu dimandikan dan penjemuran cukup dilakukan selama 15 menit saja pada jam 07.00 pagi, setelah itu burung dikerodong.

Demikian sedikit informasi tentang "Cara merawat burung Kepodang lokal agar cepat gacor". Untuk informasi lain seputar burung Kepodang, dapat dibaca pada artikel SANACHINET lainnya.

Burung Kepodang Lokal

Cara merawat burung Kepodang lokal agar cepat gacor

Mabung/ngurak merupakan siklus alami yang akan di alami semua jenis burung termasuk burung Branjangan. Pada saat mabung/ngurak, burung Branjangan akan lebih banyak diam dan tidak terlalu aktif berkicau karena proses pergantian bulu ini akan menyerap 25% dari total protein yang ada didalam tubuh burung.

Oleh karena itu, selama masa mabung/ngurak, burung perlu mendapat asupan protein lebih banyak agar proses mabungnya berjalan normal.

Proses ini sangat penting bagi burung karena tubuh burung harus bekerja ekstra untuk mendapatkan gizi yang cukup untuk membentuk pertumbuhan bulu-bulu baru dengan sempurna.

Burung yang sedang dalam masa mabung/ngurak juga memerlukan energi yang besar untuk memproduksi bulu-bulu baru. Kebutuhan akan energi yang besar tersebut mengharuskan burung untuk mengkonsumsi lebih banyak makanan selama masa mabung/ngurak agar dapat membentuk pertumbuhan bulu-bulu baru dengan sempurna.

Berikut ini tips perawatan burung Branjangan pada saat mabung/ngurak:

• Tempatkan burung ditempat yang tenang dan sepi, jauh dari lalu lalang Manusia dan burung sejenis.

• Sebaiknya burung lebih banyak dikerodong agar bisa beristirahat dengan tenang untuk menyelesaikan masa mabungnya.

• Pada saat mabung/ngurak, burung tidak perlu dimandikan dan tidak perlu dijemur. Cukup di angin-anginkan saja sebentar pada pagi hari.

• Bersihkan kandangnya setiap hari agar burung merasa nyaman dan terhindar dari serangan penyakit akibat kotoran yang menumpuk, karena burung lebih banyak dikerodong pada saat mabung/ngurak.

• Ganti atau tambahkan pakannya dan ganti air minumnya dengan yang baru setiap hari agar tidak terjangkit bakteri yang dapat mengganggu kesehatan burung.

• Perbanyak porsi pemberian extra fooding (EF) seperti jangkrik, kroto dan ulat hongkong (UH) karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pembentukan bulu-bulu baru.

• Berikan multivitamin cair pada air minumnya 2x seminggu untuk menjaga kondisi tubuh burung agar tetap fit.

• Lakukan pemasteran, karena pada saat mabung/ngurak burung lebih banyak diam dan pastinya lebih fokus mendengar dan merekam suara-suara masteran.

Masa mabung/ngurak, adalah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara burung Branjangan sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter suara burung dengan suara burung masteran.

• Bubukan batu bata didasar kandangnya harus diganti minimal satu minggu sekali.

Lakukan perawatan di atas secara rutin dan konsisten sampai burung Branjangan menyelesaikan masa mabungnya dengan sempurna, baru bisa diterapkan pola perawatan harian seperti sebelum mabung/ngurak.

Demikian sedikit informasi tentang "Perawatan tepat untuk burung Branjangan pada saat mabung/ngurak". Untuk informasi lain seputar burung Branjangan, dapat dibaca pada artikel SANACHINET lainnya.

 
Burung Branjangan Mabung

Perawatan tepat untuk burung Branjangan pada saat mabung/ngurak

Manfaat pengembunan dan penjemuran untuk burung kicai - Pagi hari adalah waktu yang paling tepat untuk mengeluarkan burung dari dalam rumah untuk di embunkan dan dijemur, karena embun pagi dan sinar matahari pagi sangat bermanfaat untuk kesehatan dan kebugaran burung peliharaan kita.

Manfaat pengembunan:

Pengembunan sangat bermanfaat untuk burung kicau karena dengan di embunkan burung dapat menghirup udara segar yang bagus untuk paru-parunya, sekaligus menikmati suasana pagi hari yang merupakan waktu paling favorit bagi burung-burung di alam liar untuk berkicau saling bersahutan, sehingga burung yang macet bunyi akan terpancing untuk berkicau, atau burung yang hanya ngeriwik saja akan menjadi ngeplong.

Tapi ada juga yang berpendapat jika pengembunan kurang cocok untuk beberapa jenis burung seperti Lovebird (LB) dan jenis burung paruh bengkok lainnya serta Cucak ijo (CI). Tapi tidak semuanya karena ada beberapa individu Lovebird (Lb) dan Cucak ijo (CI) yang justru menjadi lebih bagus performanya jika di embunkan.

Pengembunan lebih efektif untuk burung kicauan dari jenis Anis/Punglor, Tledekan, Cendet/Pentet, Kacer, Murai Batu (MB), dan burung-burung lainnya.

Waktu yang tepat untuk melakukan pengembunan yaitu pada pagi hari mulai jam 05.00 pagi sampai matahari mulai bersinar.

Manfaat penjemuran:

Penjemuran juga merupakan bagian dari perawatan burung kicau yang sangat penting karena berkaitan dengan kesehatan dan kebugaran fisik burung, karena sinar matahari dapat membantu merubah pro vitamin D menjadi vitamin D yang berfungsi untuk:

• Membentuk dan memperbaiki tulang.
• Dapat membunuh bakteri, jamur dan juga virus serta kutu yang terdapat pada kulit dan bulu-bulu burung.
• Menguatkan nafas dan stamina burung.
• Meningkatkan imunitas pada tubuh burung sehingga lebih tahan terhadap serangan penyakit.

Tapi perlu di ingat, jangan melakukan penjemuran terlalu berlebihan karena dapat membuat bulu-bulu burung menjadi kusam, dapat menyebabkan mata burung katarak, dan dapat menyebabkab burung menjadi stres jika terlalu lama terpapar sinar matahari, terutama pada siang hari ketika matahari sudah terik.

Setelah matahari mulai bersinar, burung bisa dimandikan dan kemudian dijemur. Selain perawatan seperti pengembunan, pemberian pakan dan ekstra fooding (EF), mandi dan jemur, kebersihan kandang juga harus diperhatikan agar burung selalu sehat, aktif, dan terhindar dari serangan penyakit.

Demikian sedikit informasi tentang "Manfaat pengembunan dan penjemuran untuk burung kicau". Untuk informasi lain seputar burung kicau, dapat dibaca pada artikel sanachinet yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Pengembunan

Manfaat pengembunan dan penjemuran untuk burung kicau

Agar burung Emprit/Pipit bisa menirukan suara kenari dibutuhkan trik khusus. Seperti kita ketahui bersama bahwa burung emprit tidak termasuk sebagai burung kicauan yang populer di kalangan Kicau Mania. Burung yang di anggap sebagai hama tanaman padi oleh para petani ini lebih banyak dijual sebagai mainan anak kecil atau sebagai pakan burung-burung besar seperti elang dan burung hantu serta pakan reptil.

Selama ini burung Emprit/Pipit memang dipandang sebelah mata, tapi sebetulnya burung ini juga bisa berkicau seperti burung Kenari jika dilatih sejak dini dengan pemasteran yang tepat dan konsisten.

Seperti halnya burung-burung kicau jenis lainnya, anakan burung Emprit/Pipit yang dari kecil bersama induknya dan setiap hari mendengar suara induknya akan memiliki suara kicauan yang sama setelah burung dewasa. 

Tapi ada cara yang lebih efektif yang bisa dilakukan agar burung Emprit/Pipit bisa berkicau seperti burung Kenari. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menitipkan telur burung Emprit/Pipit pada burung Kenari yang sedang mengeram. Dengan begitu telur burung Emprit/Pipit tersebut akan dierami oleh indukan Kenari sampai menetas dan akan di asuh oleh indukan Kenari, sehingga anakan burung Emprit/Pipit akan menyimak dan mempelajari suara kicauan dari induk asuhnya yaitu burung Kenari.

Nantinya setelah burung Emprit/Pipit berusia dewasa akan memiliki suara kicauan seperti burung Kenari yang telah dipelajari sejak anakan dengan akurasi kemiripan mencapai 70-80%.
Metode inilah yang paling efektif untuk membentuk burung Emprit/Pipit agar bisa berkicau seperti burung Kenari dengan fasih karena setiap hari anakan Emprit/Pipit selalu mendengar suara kicauan indukan Kenari jantan yang menjadi induk asuhnya.

Cara ini akan berhasil dengan catatan, indukan Kenari jantan harus gacor dan berkicau setiap hari, karena hanya Kenari jantan yang memiliki suara kicauan lantang, nyaring dan ngeroll panjang sehingga nantinya anakan burung Emprit/Pipit setelah dewasa juga bisa berkicau seperti indukan Kenari jantan.

Demikian sedikit informasi tentang "Cara membentuk burung Emprit/Pipit agar bersuara Kenari". Untuk informasi lain seputar burung kicauan, dapat dibaca pada artikel MBLUKNET lainnya.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Agar burung Emprit/Pipit bisa menirukan suara kenari dibutuhkan trik khusus. Seperti kita ketahui bersama bahwa burung emprit tidak termasuk sebagai burung kicauan yang populer
Anakan Burung Emprit/Pipit

Cara membentuk burung Emprit/Pipit agar bersuara Kenari

Untuk memilih burung perkutut bakalan yang memiliki suara manggung yang bagus sebenarnya bisa di prediksi dari segi fisiknya, mengetahui perkutut bangkok ataupun lokal yang bagus sangatlah penting, sebab bagi penggemar Perkutut pemula, mungkin tidak terlalu mementingkan kualitas suara Perkutut yang dibelinya. Karena yang terpenting bagi mereka, Perkutut yang dibelinya dapat hidup dan bunyi saja sudah senang. Padahal jika di amati antara satu Perkutut dengan Perkutut lainnya memiliki suara yang berbeda-beda. Walaupun suaranya monoton tapi dari volume, irama lagu dan ketukannya masing-masing Perkutut memiliki ciri tersendiri seperti halnya Manusia yang memiliki tipe suara berbeda-beda.

Berbeda dengan para penggemar Perkutut senior, yang terpenting bagi mereka adalah kualitas suaranya yang benar-benar harus di utamakan walaupun harus merogoh kocek lebih dalam.
Para penggemar Perkutut pemula umumnya kurang paham dengan kriteria burung Perkutut yang memiliki suara bagus, dan seringkali setelah Perkutut dirawat cukup lama akhirnya kecewa karena ternyata suara anggunagannya tidak seperti yang diharapkan.

Merawat Perkutut bakalan sampai rajin manggung tidaklah mudah, karena membutuhkan perhatian, waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Apalagi jika Perkutut bakalan tersebut dibeli dengan harga mahal tentu kita mengharapkan agar Perkutut tersebut nantinya bersuara bagus.
Agar tidak kecewa, sebaiknya dalam memilih Perkutut bakalan harus memperhatikan katuranggan/ciri mathinya untuk memprediksi kualitas suara Perkutut bakalan tersebut nantinya.

Berikut ini tips memilih bakalan Perkutut bangkok yang memiliki suara bagus:

• Harus berjenis kelamin jantan
Perkutut yang rajin manggung dengan suara merdu pasti yang berjenis kelamin jantan, karena di alam bebas, suara anggungan Perkutut jantan diperdengarkan untuk memikat Perkutut betina.
Perbedaan jenis kelamin Perkutut jantan dan betina bisa diketahui dengan meraba tulang supitnya (tulang lunak yang terletak di bawah dubur di antara pangkal paha).
Caranya: Tubuh burung dipegang dengan tangan kiri, lalu raba tulang supitnya menggunakan jari telunjuk kanan atau ibu jari. Jika tulang supit terasa sempit dan keras, maka kemungkinan besar berjenis kelamin jantan, dan jika tulang supitnya terasa renggang dan lunak, kemungkinan besar berjenis kelamin betina.
Selain itu, bentuk kepala Perkutut jantan umumnya agak besar dan lonjong dengan pupur lebih cerah sampai sebagian kepala, sedangkan bentuk kepala Perkutut betina umumnya lebih kecil dan membulat dengan pupur yang kusam dan hanya dibagian depan kepala saja.

• Bentuk kepala
Perkutut Bangkok yang dapat bersuara bagus biasanya memiliki bentuk kepala agak lonjong memanjang/oval atau biasa disebut njambe nom (seperti buah pinang muda) dengan mata bersinar ceriah, terang (warna biru muda atau coklat muda), titik hitam pada bola mata besar dan bening. Memiliki paruh yang tebal, kokoh, dan tidak terlalu panjang. Bentuk lubang hidungnya menonjol tinggi ke atas seperti lubang hidung burung Merpati dengan lubang hidung lebar dan bersih tertutup/terlindungi sayap hidung.

• Bentuk leher
Perkutut bangkok yang memiliki kualitas suara bagus umumnya bentuk lehernya lebih panjang, serasi dan tegak lurus dengan posisi kepala yang mendongak seperti ular kobra. Pangkal lehernya tampak besar mengembang, karena bagian tersebut merupakan kantong suara.

• Bentuk badan
Dada bidang dengan bentuk punggung agak bungkuk (bongkok udang). Warna lurik pada bulu badannya lembut dengan kulit ketiak lemas/tidak tegang. Bulu sayap panjang dengan bulu yang pertama tampak besar-besar terdiri dari 21 sampai 25 lembar bulu.

• Kaki
Pilih Perkutut bangkok yang sikap berdirinya tampak gagah dengan jari kaki yang mencengkeram kuat pada tangkringan.

• Ekor
Pilih bakalan Perkutut bangkok yang memiliki bulu ekor panjang dan mengumpul, semakin ke ujung semakin mengecil (lancip) dengan pangkal ekor/brutu yang besar, tinggi meruncing dan mendongak ke depan.

Bakalan Perkutut bangkok dengan ciri-ciri seperti di atas nantinya setelah mapan dan gacor, kemungkinan besar suara anggungannya bagus. Demikian sedikit informasi tentang "Tips memilih bakalan Perkutut Bangkok yang suaranya bagus". Untuk informasi lain seputar burung Perkutut, dapat dibaca pada artikel SANACHINET yang lain.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Anakan Perkutut Bangkok

Tips memilih bakalan Perkutut Bangkok yang suaranya bagus

Ingin tau bagaimana car merawat burung pleci bakalan agar cepat bunyi gacor? yuk simak penjelasan lengkapnya. Pleci bakalan/muda hutan memerlukan waktu yang cukup lama untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya, terutama kandangnya.
Pleci bakalan masih takut dengan keberadaan Manusia disekitarnya dan akan meloncat-loncat ketakutan ketika ada orang yang mendekati kandangnya.
Jangan terburu-buru menggantang Pleci bakalan ditempat yang ramai aktivitas Manusia. Untuk semetara tempatkan Pleci bakalan ditempat yang sepi dan agak tinggi agar burung beradaptasi dengan lingkungan dan kandangnya terlebih dulu.
Setelah Pleci bakalan mulai terlihat lebih tenang, mulailah gantang kandangnya ditempat yang ramai dan banyak aktivitas Manusia disekitarnya agar burung terbiasa dengan keramaian dan berani berkicau walaupun ada orang disekitarnya.
Pada awalnya Pleci bakalan akan meloncat-loncat ketakutan dan tidak bunyi, tapi lama-kelamaan burung akan terbiasa dan berani bunyi walaupun banyak orang disekitarnya.
Berikut ini pola perawatan harian untuk Pleci bakalan agar cepat bunyi:
• Pemberian pakan
Sebaiknya burung Pleci yang masih baru jangan langsung dilatih untuk makan voer, untuk sementara berikan pakan berupa buah-buahan dan extra fooding (EF) saja. Setelah beberapa hari dipelihara dan burung mulai beradaptasi dengan lingkungan baru dan kandangnya, barulah mulai dilatih untuk makan voer.
• Penempatan
Di habitat aslinya burung Pleci/burung Kaca Mata adalah burung koloni, jadi agar Pleci cepat berkicau sebaiknya kita pelihara lebih dari 1 ekor Pleci agar burung tidak stress dan saling bersahutan.
Jika kita memelihara lebih dari 1 ekor burung Pleci, usahakan sering menggantang kandangnya secara berdekatan pada waktu malam hari/pada saat burung beristirahat.
• Penjemuran
Pada pagi hari, jemur Pleci terpisah dengan Pleci lainya, dan pada siang harinya burung kembali di gantang berdekatan/berhimpitan.
Cara ini bertujuan untuk pengecasan, karena ketika Pleci-Pleci tersebut dipisahkan dari koloninya, maka burung akan mengeluarkan suara panggilan yang lantang, sehingga Pleci akan terpancing untuk ngeriwik dan berkicau.
• Kebersihan kandang
Dalam merawat burung kicau, kebersihan kandang memang harus selalu di jaga agar kotoran burung tidak sampai menumpuk. Tapi untuk burung Pleci yang masih baru/bakalan, kotorannya tidak perlu dibersihkan setiap hari, cukup dibersihkan 5 hari atau seminggu sekali saja.
Tujuannya agar burung Pleci mengenali tempat tinggalnya/kandangnya karena kotoran burung adalah tanda jika kandang tersebut adalah wilayah teritorialnya yang baru karna burung sudah terbiasa dengan bau kotorannya sendiri. Hal itu bisa mempercepat proses adaptasi burung dengan lingkungan dan kandangnya, sehingga burung lebih cepat mapan dan cepat bunyi.
• Pemberian extra fooding (EF)
Porsi pemberian extra fooding (EF) untuk burung yang sudah jadi (gacor) dan untuk burung bakalan harus dibedakan.
Untuk burung Pleci yang sudah jadi (gacor) cukup diberikan 4-5 ekor ulat hongkong (UH) saja, karena jika diberikan terlalu banyak justru akan membuat burung menjadi over birahi (OB). Akibatnya burung Pleci menjadi lebih sering loncat-loncat didalam kandangnya, atau bahkan menjadi malas beraktivitas karena kekenyangan.
Untuk burung Pleci bakalan, porsi pemberian extra fooding (EF) justru harus diberikan lebih banyak agar burung merasa senang dan tidak ngedrop karena banyak mengeluarkan tenaga untuk meloncat-loncat didalam kandangnya.
Setiap harinya Pleci bakalan bisa diberikan ulat hongkong (UH) atau ulat kandang sebanyak setengah cepuk kecil yang dicampurkan dengan voer halus sekalian untuk melatih Pleci bakalan untuk ngevoer. Biarkan burung mengatur sendiri kebutuhan extra foodingnya untuk satu hari.
Selain itu, buah-buahan seperi pisang atau pepaya juga harus diberikan agar burung merasa senang dan terpenuhi kebutuhan nutrisinya.
• Mandi
Untuk mandi, sebaiknya biarkan burung Pleci mandi sendiri didalam cepuk sesuai kemauannya. Sediakan saja cepuk air minum yang cukup besar didalam kandangnya agar Pleci bisa mandi sendiri dengan leluasa. Jangan menggunakan semprotan untuk memandikan Pleci karena bisa membuat Pleci menjadi stress.

Demikian sedikit informasi tentang "Perawatan tepat untuk Pleci bakalan agar cepat bunyi". Untuk informasi lain seputar burung Pleci, bisa dibaca pada artikel SANACHINET yang lain.
Semoga bermanfaat
Terima kasih

Perawatan tepat untuk Pleci bakalan agar cepat bunyi

Cara efektif mengatasi Murai Batu ngelowo/mbetmen Ynag Ampuh - Perilaku ngelowo/ngebetmen pada Murai Batu (MB) adalah perilaku membuka sayap ketika bertemu lawan, dan tidak jarang perilaku ngelowo dibarengi dengan ngeruji atau turun ke dasar sangkar sambil ngeriwik. Hal itu tentu akan mengurangi penampilannya saat dilombakan. Karena itulah kita harus mengantisipasinya agar Murai Batu tidak ngelowo/mbetmen saat dilapangan.

Pada dasarnya, ngelowo/ngebetmen adalah perilaku alami dari seekor Murai Batu (MB) ketika ada perasaan kurang nyaman yang dirasakan oleh burung tersebut, sama halnya seperti perilaku mbagong pada Kacer.

Perilaku ngelowo/mbetmen ini tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Kita hanya bisa menebak-nebak saja dengan cara memahami karakter Murai Batu (MB) yang kita rawat. Dengan begitu kita bisa tahu penyebab Murai Batu tersebut berperilaku ngelowo, sehingga kita bisa mengantisipasinya.
Ngelowo/mbetmen bisa disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya over birahi dan over emosi yang disebabkan karena tidak tepatnya pola perawatan yang kita terapkan pada Murai Batu (MB) tersebut.

Untuk jenis burung fighter seperti Murai Batu (MB) dan Kacer memang ada dua tipe/karakter, yaitu tipe fighter tinggi dan tipe fighter rendah. Kedua karakter burung tersebut tentu berbeda cara perawatannya dan juga penanganannya ketika mengalami masalah seperti ngelowo/mbetmen.

• Cara mengatasi ngelowo pada Murai Batu (MB) tipe fighter tinggi:
Murai Batu (MB) dengan karakter fighter tinggi memiliki tingkat emosi yang tinggi atau cepat panas. Sistem metabolisme tubuhnya juga berbeda dengan Murai Batu tipe fighter rendah yang lambat panas. Jadi, pola perawatan yang diterapkan adalah pola perawatan dingin untuk mengontrol suhu tubuhnya agar tidak over yang akan menyebabkan emosinya berlebihan dan berujung ngelowo/mbetmem.

Penanganan ngelowo/mbetmen pada Murai Batu (MB) tipe fighter tinggi dimulai dari:

• Pengembunan
Embunkan Murai Batu (MB) setiap hari mulai jam 05.00 pagi, karena suhu udara pagi yang dingin akan membuat suhu tubuh burung menjadi stabil.

• Mandi
Jam 07.00 p
agi Murai Batu (MB) dimandikan didalam keramba agar burung bisa mandi sepuasnya. Mandikan Murai Batu setiap hari untuk mengontrol suhu tubuhnya agar emosinya menjadi stabil.

• Jemur
Setelah selesai mandi, kemudian angin-anginkan Murai Batu (MB) untuk mengeringkan bulu-bulunya sambil dijemur selama 10-15 menit saja. Untuk Murai Batu tipe figter tinggi tidak perlu dijemur terlalu lama agar emosinya tidak over atau meluap-luap.

• Extra fooding (EF)
Berikan jangkrik 15 ekor pada pagi hari dan 15 ekor pada sore hari. Kroto diberikan 3x seminggu.

• Cara mengatasi ngelowo pada Murai Batu (MB) tipe fighter rendah:
Untuk Murai Batu (MB) dengan karakter fighter rendah (lambat panas) pola perawatannya berbanding terbalik dengan Murai Batu tipe fighter tinggi.
Pola perawatan yang harus diterapkan untuk Murai Batu (MB) tipe fighter rendah (lambat panas) adalah pola perawatan panas untuk mendongkrak emosi dan sifat fighternya.
Untuk menangani ngelowo/mbetmen pada Murai Batu (MB) tipe fighter rendah dimulai dari:

• Mandi
Kurangi intensitas mandinya menjadi seminggu sekali agar suhu tubuhnya meningkat, sehingga emosinya juga akan meningkat.

• Jemur
Lakukan penjemuran setiap hari dengan durasi yang cukup lama, lakukan sampai Murai Batu (MB) terlihat mangap dan gelisah. Pada saat dijemur, cepuk air minumnya dikeluarkan dulu.

• Extra fooding (EF)
Berikan jangkrik 3 ekor pada pagi hari dan 3 ekor pada sore hari. Tambahkan ulat hongkong (UH) 5 ekor pada pagi hari dan 5 ekor pada sore hari.

• Full kerodong
Untuk mendongkrak emosinya, sebaiknya Murai Batu (MB) dikerodong setiap hari (full kerodong) setelah selesai melakukan proses perawatan.

Demikian sedikit informasi tentang "Dua cara efektif mengatasi Murai Batu ngelowo/mbetmen". Untuk informasi lain seputar Murai Batu (MB), dapat dibaca pada artikel SANACHINET yang lain.
Semoga bermanfaat
Terima kasih

Cara efektif mengatasi Murai Batu ngelowo/mbetmen Yang Ampuh

Setelah Murai Batu (MB) bakalan ngevoer total, maka perawatan selanjutnya yang harus kita lakukan adalah untuk membuat Murai Batu bakalan tersebut mapan dan berani berkicau dengan lantang (ngeplong) dan berikut ini tahapan perawatan Murai Batu (MB) bakalan agar cepat bunyi ngeplong dan gacor:

• Setelah Murai Batu (MB) terpantu sudah ngevoer total, seminggu kemudian kita sudah mulai dapat melakukan perawatan mandi secara rutin dan juga penjemuran secara bertahap disesuaikan dengan kemampuan Murai Batu tersebut dalam menahan panas Matahari.
Embunkan Murai Batu (MB) bakalan setiap pagi mulai jam 05.00 untuk menghirup udara segar dan menikmati suasana pagi hari yang merupakan waktu paling favorit bagi burung-burung di alam bebas untuk berkicau saling bersahutan, sehingga Murai Batu bakalan juga akan terpancing untuk berkicau dengan lantang (ngeplong).
Pada tahap ini sebaiknya Murai Batu (MB) tidak perlu dikerodong pada siang hari (cukup dikerodong pada malam hari saja). tapi penempatannya tetap dilokasi yang sepi/tenang dan jauh dari berbagai macam gangguan untuk mengurangi tingkat stresnya.
Untuk pakan hariannya tetap disediakan voer kasar ditambah jangkrik 5 ekor pada pagi hari dan 5 ekor pada sore hari. Jangan memberikan jangkrik terlalu banyak agar Murai Batu (MB) bakalan masih merasa lapar dan terbiasa memakan voer yang disediakan karena tidak ada pakan lainnya.
Berikan kroto segar seminggu 3 kali dengan porsi satu cepuk untuk setiap kali pemberian. Kroto sebaiknya diberikan pada pagi hari setelah dimandikan dan hendak dijemur.

• Setelah satu atau dua minggu ditempatkan dilokasi yang sepi, Murai Batu (MB) bakalan tersebut mulai bisa digantang di tempat yang agak ramai dan banyak aktivitas Manusia disekitarnya.
Awalnya Murai Batu (MB) bakalan tersebut memang akan glabrakan, bahkan bisa sampai menabrak jeruji kandang dan kadang juga sampai menyebabkan luka pada bagian atas paruhnya. Tapi hal itu tidak akan berlangsung lama, karena setelah beberapa hari ditempatkan dilokasi yang ramai, Murai Batu akan mulai terbiasa dengan lingkungan barunya dan sudah mulai tenang.

• Setelah dua atau tiga minggu ditempatkan dilokasi yang ramai, Murai Batu (MB) bakalan sudah mulai dapat beradaptasi dan mulai mapan yang ditandai dengan sudah mulai ngeriwik dengan sesekali ngeplong terutama pada saat turun hujan. Dan dua atau tiga minggu berikutnya Murai Batu (MB) sudah mulai rajin ngeplong.

• Setelah Murai Batu (MB) bakalan tersebut mengalami mabung pertama selama kita pelihara, maka akan terlihat jelas perubahan pada karakternya, terutama pada gaya, mental, dan variasi kicauannya, bahkan sudah mulai bereaksi dan terpancing emosinya ketika mendengar suara burung lain. Pada tahap ini Murai Batu sudah bisa mulai ditrek untuk melihat mental dan juga bakatnya.
Tahapan perkembangan di atas adalah tahapan secara umum, karena ada Murai Batu (MB) yang dapat lebih cepat mapan/jadi dan ada juga yang lebih lama, karena semua tergantung dari mental dan karakternya masing-masing serta dipengaruhi juga dari pola perawatan yang diterapkan.
Tapi umumnya 2-3 bulan setelah kita rawat, Murai Batu (MB) sudah berani bersuara ngeplong, walaupun ada juga yang baru satu minggu dipelihara sudah berani ngeplong.

Demikian sedikit informasi tentang "Tahapan perawatan Murai Batu bakalan agar cepat ngeplong". Untuk informasi lain seputar Murai Batu (MB), dapat dibaca pada artikel SANACHINET yang lain.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
untuk membuat Murai Batu bakalan tersebut mapan dan berani berkicau dengan lantang (ngeplong) dan berikut ini tahapan perawatan Murai Batu (MB) bakalan agar cepat bunyi
Murai Batu (MB)

Tahapan perawatan Murai Batu bakalan agar cepat ngeplong

Cara ternak burung anis merah yang benar agar sukses bertelur sampai menetas di butuhkan trik-trik khusus yang harus anda ketahui seperti berikut ini. Burung Anis Merah (AM) adalah salah satu jenis burung kicau yang pernah sangat populer di Indonesia. Burung ini memiliki keistimewaan tersendiri selain suara kicauannya yang merdu dan bervariasi, Anis Merah (AM) juga memiliki gaya berkicau teler yang khas. Hal itulah yang menjadikan burung ini masih memiliki banyak penggemar sampai saat ini dan harganya juga masih tetap stabil.
Dengan melihat potensi tersebut, banyak Kicau Mania yang mulai mencoba untuk membudidayakan burung ini. Tapi untuk beternak Anis Merah (AM) memang tidak semudah seperti beternak burung lain seperti Kenari, Lovebird, Kacer, dan Murai Batu, karena Anis Merah (AM) dikenal sebagai burung kicau yang rawan stress.
Berikut ini beberapa tahapan dalam beternak burung Anis Merah (AM) agar berhasil:
• Menyiapkan kandang ternak
Pilihlah lokasi kandang yang tenang dan aman dari gangguan, baik gangguan Manusia maupun binatang predator dan juga mudah dalam pengawasannya.
Siapkan kandang ternak dengan ukuran sekitar 50x50x50 cm. Rangka kandang bisa dibuat dari kayu, besi, atau alumunium dengan dinding kandang menggunakan kawat ram.
Kandang ternak juga bisa dibuat dari dinding bata atau batako pada bagian samping kanan, kiri dan belakang, sedangkan bagian depan kandang menggunakan kawat ram dan lantai kandang menggunakan tanah atau pasir. Sediakan juga tangkringan/tenggeran dari ranting kayu agar terkesan alami. Tempatkan juga tanaman hidup didalam kandang ternak.
Sediakan tempat pakan, tempat minum dan juga bak mandi didalam kandang ternak. Selain itu berikan juga bolam lampu 5-10 watt sebagai penghangat suhu didalam kandang saat musim hujan.
• Pemilihan indukan burung Anis Merah (AM)
Pilihlah indukan Anis Merah (AM) yang berkualitas karena nantinya akan sangat berpengaruh pada kualitas anakan yang dihasilkan.
Ciri-ciri indukan Anis Merah (AM) yang berkualitas:
- Calon indukan jantan maupun betina harus sehat dan tidak memiliki kelainan atau cacat fisik.
- Pilihlah calon indukan yang aktif bergerak dan memiliki suara kicauan yang bagus, bervariasi dengan volume yang keras.
- Memiliki postur tubuh yang proporsional dengan warna bulu yang cerah dan mengkilap.
- Pilihlan calon indukan Anis Merah (AM) jantan yang sudah berusia sekitar 1 tahun dan usia calon indukan betina sekitar 1,5-2 tahun.
• Proses perjodohan calon indukan Anis Merah (AM)
Pada tahap awal proses perjodohan, tempatkan Anis Merah (AM) betina didalam kandang ternak, sedangkan calon indukan jantan ditempatkan dikandang yang berbeda dengan posisi saling berdekatan.
Selama proses perjodohan, perhatikan perilaku kedua burung. Jika kedua burung sudah terlihat akur dan selalu berdekatan terutama pada saat tidur di malam hari, maka bisa dikatakan jika keduanya sudah mulai berjodoh. Selanjutnya kedua calon indukan Anis Merah (AM) bisa disatukan didalam kandang ternak, tapi harus tetap dipantau agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
Selama proses perjodohan berlangsung, siapkan sarang yang nantinya akan digunakan sebagai tempat untuk bertelur. Sarang bisa dibuat dari batok kelapa, anyaman rotan atau kotak kayu yang didalamnya diberi sabut kelapa, rumput kering atau daun cemara kering.
Selain diletakkan didalam kotak, letakkan juga sebagian bahan-bahan pembuat sarang didasar kandang ternak agar disusun sendiri oleh indukan Anis Merah (AM) atau biasa disebut "ngunjal" karena biasanya burung akan mempersiapkan sarangnya sendiri setelah melakukan perkawinan.
• Pemberian Pakan dan extra fooding (EF)
Pada saat ditangkarkan, berikan pakan alami berupa buah-buahan seperti pisang, apel dan pepaya. Selain buah-buahan, berikan juga lebih banyak extra fooding (EF) seperti jangkrik, kroto dan cacing sebagai asupan protein untuk mendongkrak tingkat birahi kedua indukan Anis Merah (AM).
Pada saat indukan Anis Merah (AM) betina menjelang masa bertelur, porsi pemberian jangkrik, kroto dan cacing diberikan lebih banyak dan setelah indukan Anis Merah (AM) betina selesai bertelur porsinya bisa dikurangi. Extra fooding (EF) diberikan pada pagi dan sore hari.
Burung Anis Merah (AM) menyukai lingkungan yang dingin, oleh karena itu perlu dilakukan penyemprotan air pada bagian dasar kandang ternak agar suhu didalam kandang terasa lebih lembab dan dingin sehingga burung merasa lebih nyaman dan tidak stress.
Setelah melakukan proses perkawinan dan selesai menyusun sarangnya, indukan Anis Merah (AM) betina akan mulai bertelur sebanyak 2-4 butir dan akan di erami selama 2 minggu sampai telur-telurnya menetas.
Setelah telur-telurnya menetas, sebaiknya biarkan anakan/piyik di asuh dulu oleh induknya sampai beberapa hari agar fisiknya lebih kuat dan bisa diloloh sendiri.
• Kebersihan kandang dan perlengkapannya
Kebersihan kandang merupakan bagian yang cukup penting dalam beternak Anis Merah (AM) agar burung selalu dalam kondisi sehat dan tetap produktif.
Bersihkan tempat pakan, tempat minum dan juga bak mandi secara rutin agar tidak tercemar kuman dan bakteri yang bisa mengganggu kesehatan burung.
Ganti pakan dan air minumnya dengan yang baru setiap hari. Bersihkan juga kotoran yang menumpuk didasar kandang seminggu sekali.

Demikian sedikit informasi tentang "Tips agar sukses beternak burung Anis Merah". Untuk informasi lain seputar burung Anis Merah (AM), dapat dibaca pada artikel SANACHINET yang lain.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Indukan Anis Merah (AM) jantan dan betina

Tips cara agar sukses beternak burung Anis Merah

Burung Sogok Ontong (Sogon) saat ini mulai banyak dipelihara oleh para Kicau Mania sebagai burung masteran karena memiliki suara kicauan dengan crecetan tajam dan ngeroll yang khas.
Agar burung Sogok Ontong (Sogon) cepat jinak dan gacor, sebaiknya memilih burung yang masih muda karena lebih mudah beradaptasi dan lebih mudah dibentuk.
Tapi untuk membedakan jenis kelamin burung Sogok Ontong (Sogon) yang masih muda/anakan yang belum tumbuh bulu metaliknya memang cukup sulit karena antara burung jantan dan betina memiliki penampilan fisik yang hampir serupa.
Tapi jika di amati lebih seksama sebetulnya ada ciri-ciri khusus yang membedakan antara burung Sogok Ontong (Sogon) jantan dan betina muda/anakan.
Berikut ini ciri-ciri fisik yang membedakan antara burung Sogok Ontong (Sogon) jantan dan betina muda/anakan:
• Ciri-ciri burung Sogok Ontong (Sogon) jantan muda/anakan:
- Warna bulunya kuning cerah.
- Alisnya diatas matanya lebih panjang ke belakang dengan warna kuning pudar.
- Sorot matanya lebih tajam dan perilakunya lebih agresif.
• Ciri-ciri Sogok Ontong (Sogon) betina muda/anakan:
- Warna bulunya kuning pudar agak keputihan.
- Alis di atas matanya lebih pendek berwarna putih tegas.
- Sorot matanya sayu dan perilakunya tidak terlalu aktif.
Kedua ciri-ciri tersebut adalah yang paling mudah dilihat secara fisik untuk membedakan burung Sogok Ontong (Sogon) jantan dan betina muda/anakan yang belum keluar bulu trotol metaliknya untuk burung jantan.
Untuk lebih jelasnya anda bisa nelihat video tutorial berikut ini:
Perbedaan Sogok Ontong (Sogon) jantan dan betina muda/anakan


Demikian sedikit informasi tentang "Perbedaan Sogok Ontong (Sogon) jantan dan betina muda/anakan". Untuk informasi lain seputar burung Kolibri, dapat dibaca pada artikel SANACHINET yang lain.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Anakan burung Sogok Ontong (Sogon) jantan dan betina

Perbedaan Sogok Ontong (Sogon) jantan dan betina muda/anakan

Burung Sikatan Jawa (Kipasan) sudah lama di kenal dan dipelihara oleh para Kicau Mania. Burung ini memiliki postur tubuh sedang, memiliki suara kicauan yang nyaring dan merdu, serta memiliki gaya yang khas yaitu sering memekarkan seluruh bagian ekornya seperti kipas.
Burung Sikatan Jawa (Kipasan) adalah burung pemakan serangga dan hewan-hewan kecil lainnya, jadi ketika kita pelihara burung ini juga harus diberikan extra fooding (EF) selain voer sebagai pakan utanya.
Pada musim kawin biasanya burung ini akan membuat sarang berbentuk cawan berukuran kecil, sehingga sulit ditemukan oleh Manusia dan hewan predator. Burung Sikatan Jawa (Kipasan) betina akan bertelur sebanyak 3-4 butir namun jarang sekali sampai bisa menetas semua, apalagi pada saat angin bertiup kencang karena telur-telur burung ini mudah jatuh ketika diterpa angin kencang. Hal itu di akibatkan karena ukuran sarangnya sangat kecil dan tidak tertutup pada bagian atasnya. Anakan burung Sikatan Jawa (Kipasan) juga sering dijumpai keluar dari sarangnya sehingga menarik perhatian hewan predator.
Populasi burung Sikatan Jawa (Kipasan) saat ini sudah semakin langka dan sangat jarang bisa ditemui lagi. Padahal beberapa tahun yang lalu burung ini masih banyak dijumpai dikebun-kebun disekitar pemukiman.
Perawatan burung Sikatan Jawa (Kipasan) sebetulnya sama seperti perawatan burung kicauan jenis lainnya. Hanya saja burung ini mudah sekali stress dan mudah mati jika dirawat dari bakalan (tangkapan hutan).
Perawatan burung Sikatan Jawa (Kipasan) yang masih anakan lebih mudah dibanding burung dewasa liar hasil tangkapan hutan, karena burung Kipasan dewasa tangkapan hitan sangat sulit untuk dilatih makan voer dan sulit untuk dijinakkan serta sulit beradaptasi dengan lingkungan Manusia.
Tapi sayangnya burung Sikatan Jawa (Kipasan) anakan sulit ditemukan dipasaran dan juga di alam bebas. Oleh karena itu jika ingin memelihara burung ini, pilihannya adalah membeli burung Sikatan Jawa (Kipasan) dewasa hasil tangkapan hutan.
Berikut ini tips perawatan burung Sikatan Jawa (Kipasan) agar bertahan hidup dan cepat bunyi:
• Untuk tahap awal jangan terlalu fokus untuk menjadikan burung gacor terlebih dulu, tapi buatlah burung merasa nyaman dengan kandang dan lingkungan barunya.
Setelah burung mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya, kemudian latihlah burung agar mau makan voer kering agar nantinya perawatannya lebih mudah dan tidak merepotkan karena harus selalu meyediakan pakan hidup untuk burung.
Setelah burung sudah merasa nyaman berada didalam kandangnya dan sudah tidak takut lagi dengan keberadaan Manusia disekitarnya, maka burung akan mulai rajin berkicau.
• Mandikan burung Sikatan Jawa (Kipasan) secara teratur setiap pagi sampai basah kuyup agar burung cepat jinak. Setelah dimandikan, burung di angin-anginkan terlebih dulu untuk mengeringkan bulu-bulunya sambil digoda dengan cara memberikan jangkrik langsung dari tangan. Awalnya burung pasti ketakutan dan kelabakan, jadi kita bisa menggunakan lidi yang agak panjang untuk menusuk jangkrik dan menyodorkannya pada burung.
Jika burung tetap tidak mau mengambil jangkrik pada lidi tersebut, kita letakkan saja pada cepuk khusus extra fooding (EF). Lakukan cara ini secara terus menerus sampai burung mau mengambil jangkrik langsung dari tangan kita.
• Agar burung mau ngevoer, campurkan voer halus dengan kroto atau ulat hongkong yang dipotong-potong, perbandingannya voer 60% dan kroto/ulat hongkong 40%. Campuran kroto/ulat hongkong di kurangi porsinya sebanyak 10% setiap satu minggu sekali sampai burung benar-benar mau makan voer kering tanpa campuran kroto/ulat hongkong (UH).
Pantau terus perkembangannya, jika kotorannya sudah berupa voer dengan warna seperti voer yang diberikan berarti burung bisa dipastikan sudah ngevoer.
• Sehabis dimandikan dan di angin-anginkan, kemudian burung dijemur ditempat yang terkena sinar matahari langsung. Posisi gantangan jangan terlalu tinggi dan jangan terlalu rendah, minimal berjarak 2 meter dari tanah.
Usahakan untuk dijemur ditempat yang ramai lalu-lalang orang agar burung terbiasa dengan keberadaan Manusia. Durasi penjemuran cukup 2 jam saja rutin setiap hari.
• Setelah selesai dijemur, gantang burung ditempat yang teduh atau di bawah pohon yang rindang untuk di angin-anginkan. Coba sodorkan jangkrik dengan tangan atau lidi. Kalau burung belum mau memakan jangkrik langsung dari tangan kita, letakkan saja jangkriknya didalam cepuk.
• Setelah di angin-anginkan selama beberapa saat, pindahkan ditempat yang aman dan banyak lalu-lalang orang agar burung cepat beradaptasi dan terbiasa dengan lingkungan Manusia, sehingga nantinya burung tidak takut berkicau walaupun banyak orang disekitarnya.
• Sore harinya bersihkan kandang hariannya dari kotoran dan sisa makanan yang tercecer agar burung bisa beristirahat dengan nyaman, karna kotoran dan sisa makanan bisa menimbulkan bau yang tidak sedap. Ganti air minumnya dengan yang baru dan berikan jangkrik lagi dengan tangan atau lidi.
• Setelah selesai, masukkan burung kedalam rumah untuk beristirahat dan jangan lupa kandangnya dikrodong agar burung bisa beristirahat dengan tenang. Perdengarkan suara masteran dengan volume yang kecil saja.
• Lakukan cara di atas secara rutin dan konsisten sampai burung bisa beradaptasi dan mau memakan voer total. Setelah burung mapan pasti akan mulai rajin berkicau.

Demikian sedikit informasi tentang "Tips perawatan burung Sikatan Jawa/Kipasan bakalan agar cepat bunyi". Untuk informasi lain seputar burung Sikatan Jawa, dapat dibaca pada artikel SANACHINET lainnya.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Burung Sikatan Jawa/Kipasan

Tips perawatan burung Sikatan Jawa/Kipasan bakalan agar cepat bunyi

Burung kacer gacor juara lomba ini di jual oleh pemiliknya dengan harga yang sangat murah dikira burung bisu. Setelah di ikutkan kontes sama pemilik baru ternyata juara.

Di kira kacer bisu ternyata burung sekoci gacor juara lomba

Memiliki Kacer yang bisa berprestasi tentunya menjadi impian semua Kacer mania. Tapi tentunya tidak semudah yang dibayangkan, karena memelihara Kacer memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dengan segala permasalahannya seperti mbagong, hilang fighter, kanibal dan lainnya yang membuat banyak Kacer mania kemudian menyerah dan memilih beralih haluan bermain burung jenis lain.
Untuk Kacer mania yang berkantong tebal tentunya tidak ada masalah, tinggal beli Kacer yang sudah berprestasi dan tinggal meneruskannya saja dengan perawatan dan settingan dari pemilik sebelumnya.
Tapi lain cerita untuk para Kacer mania yang berkantong tipis, tentunya hanya mampu membeli kacer bahan atau kacer rumahan yang harganya masih terjangkau dan berharap bisa mengorbitkan Kacernya agar bisa berprestasi.
Namun pada kenyataannya sebagian besar hasilnya zonk, karena Kacer-kacer yang ada dipasaran tersebut rata-rata adalah Kacer buangan atau Kacer yang sudah rusak dan sulit untuk diperbaiki, dan akhirnya nasibnya terdampar dipasar burung.
Tapi bukan tidak mungkin impian untuk memiliki Kacer yang bagus dan bisa berprestasi itu bisa diwujudkan dengan modal yang minim, salah satu caranya adalah dengan memelihara Kacer dari trotolan agar bisa dibentuk mental dan karakternya sejak dini.
Untuk memilih trotolan Kacer juga harus diperhatikan beberapa hal berikut ini agar nantinya hasilnya tidak mengecewakan, antara lain:
Jenis kelamin
Pilihlah yang berjenis kelamin jantan, mintalah jaminan jika kita membeli trotolan Kacer dari penangkaran agar kalau ternyata trotolan Kacer yang kita beli tersebut ternyata berjenis kelamin betina bisa ditukarkan.
Demikian juga kalau kita membeli trotolan hutan, usahakan membeli pada pedagang yang sudah kita kenal baik agar ada jaminan kalau ternyata trotolan yang kita beli tersebut berjenis kelamin betina bisa dikembalikan.
Sedangkan untuk ciri-ciri umum untuk trotolan Kacer jantan adalah sebagai berikut:
- Bulu hitam pada anakan/trotolan Kacer jantan warnanya lebih pekat.
- Warna trotolnya terlihat lebih coklat
- Bentuk kepalanya terlihat papak
- Posturnya lebih tegak saat berdiri
- Tingkah lakunya lebih agresif
- Ujung lidah pada bagian dalam yang berbentuk huruf V tedapat spot berwarna hitam
Katuranggan
Dikalangan kicau mania dikenal istilah katuranggan, yaitu cara untuk melihat potensi seekor burung dari bentuk tubuh atau ciri fisiknya. Maka untuk memilih anakan/trotolan Kacer juga perlu diperhatikan ciri-ciri berikut ini untuk meramal potensinya dimasa depan:
- Bentuk tubuh ramping memanjang
- Kedua sayap mengapit rapat dikedua sisi badannya.
- Kepala papak
- Paruh tebal dan panjang
- Mata melotot dengan sorot mata yang tajam
- Kaki besar dengan cengkeraman yang kuat
Perilaku
- Pilihlah trotolan yang tingkah lakunya paling agresif dari yang lain
- Pilih yang nafsu makannya paling rakus
- Pilih yang berdirinya tegak membusungkan dada terkesan seperti menantang.
Perawatan harian untuk Kacer trotolan:
Lingkungan
Setelah mendapatkan trotolan Kacer, saatnya untuk merawatnya dengan perawatan yang baik dan tepat. Usahakan memelihara satu Kacer saja, jangan ada Kacer lain dirumah apalagi yang sudah dewasa dan gacor, karena hal ini akan membuat trotolan Kacer yang kita pelihara akan merasa selalu terintimidasi dan berakibat pada rusaknya mental Kacer trotolan tersebut.
Dalam memelihara Kacer trotolan sebaiknya hanya ditemani burung-burung kecil saja seperti pleci, kolibri dan kenari sebagai masteran untuk menambah variasi isiannya sekaligus untuk menguatkan mental Kacer trotolan tersebut karena dia akan merasa paling dominan dan paling berkuasa di lingkungannya.
Hal ini akan akan berdampak positif nantinya, karena Kacer trotolan tersebut setelah dewasa akan memiliki mental sebagai penguasa wilayah (teritorial), hal ini dikarenakan setiap hari dia merasa menjadi yang paling dominan diantara burung-burung lainnya.
Pakan
Berikan pakan bergizi berupa voor berprotein tinggi dan ekstra fooding (EF) seperti jangkrik, belalang, kroto, dll.
Gelontor pemberian ekstra fooding (EF) sekenyangnya agar pertumbuhan Kacer trotolan tersebut lebih cepat dan sempurna.
Mandi dan jemur
Mandikan dan jemur burung secara teratur, sesuaikan dengan karakternya agar burung selalu sehat.
Bersihkan kandangnya setiap hari agar terhindar dari penyakit.
Penempatan
Pindah-pindah tempat gantungannya agar Kacer terbiasa berkicau ditempat berbeda dan nantinya setelah dewasa tidak menjadi jago kandang yang hanya berani berkicau disatu tempat saja.
Umbaran
Biasakanlah untuk diumbar dari kecil agar staminanya terbentuk sejak dini. Dengan sering menggunakan sayapnya untuk terbang dikandang umbaran maka fisiknya akan semakin fit, staminanya akan semakin prima dan nafasnya akan menjadi lebih panjang.
Baca juga:
Manfaat kandang umbaran/polier untuk burung lomba
Demikian sedikit informasi tentang tips perawatan Kacer trotolan agar memiliki mental fighter yang tangguh. Untuk informasi lain seputar Kacer bisa dibaca pada artikel On kicau yang lain.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Kacer trotolan

Tips perawatan Kacer trotolan agar memiliki mental fighter yang tangguh

Cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini dapat menyebabkan berbagai penyakit pada hewan peliharaan, tidak terkecuali pada burung kicauan seperti Murai Batu (MB).
Seringkali burung yang semula sehat dan gacor tiba-tiba menjadi lesu, nyekukruk dan bahkan tidak mau makan dengan kotoran yang encer (mencret). Hal itu bisa disebabkan oleh banyak faktor, bisa karena cuaca buruk, karena terserang bakteri, virus, atau karena sebab lain misalnya saja memakan serangga/kupu-kupu beracun.
Hal yang paling menghawatirkan adalah jika burung sudah tidak mau memakan extra fooding (EF) yang kita berikan seperti jangkrik, kroto dan ulat hongkong (UH). Karena jika sudah begitu maka tinggal menunggu waktu saja sampai burung mati lemas jika tidak segera ditangani. Karena yang terpenting agar burung bisa selamat adalah makanan.
Berikut ini cara menangani burung sakit dan tidak mau makan:
Jika Murai Batu (MB) terpantau tidak mau makan voer ataupun extra fooding (EF) yang kita berikan, pertama yang harus dilakukan adalah segera menangkap burung tersebut dan melolohnya dengan jangkrik, kroto atau ulat hongkong.
Untuk jangkrik, cukup berikan bagian perutnya saja agar burung tidak tersedak, untuk ulat hongkong (UH) usahakan pilih yang masih berwarna putih dan pencet dulu bagian kepalanya agar mati. Sedangkan kroto, berikan yang masih segar dan bersih dari semut-semutnya.
Sebelum dilolohkan pada Murai Batu (MB), olesi dulu extra fooding (EF) dengan vitamin untuk membantu mempercepat pemulihan kondisi Murai Batu.
Setelah dirasa cukup (jangan terlalu kenyang), kemudian masukkan kembali Murai Batu (MB) kedalam kandangnya lalu dikrodong. Jangan lupa kandangnya dibersihkan dulu, air minumnya juga diganti dengan yang baru. Bisa juga diberikan air seduhan jahe sebagai air minumnya untuk menghangatkan tubuh burung.
Untuk sementara burung tidak usah dimandikan dan dijemur dulu, biarkan istirahat total untuk memulihkan kondisinya. Pantau apakah burung sudah mau makan sendiri atau belum. Kalau belum mau makan, lolohkan lagi extra fooding (EF) secara paksa agar kondisi burung tidak semakin lemas. Lakukan sampai kondisi burung membaik dan mau makan extra fooding (EF) sendiri, baik itu jangkrik, kroto atau ulat hongkong (UH).

Demikian sedikit informasi tentang "Cara mengatasi Murai Batu sakit dan tidak mau makan". Untuk informasi lain seputar Murai Batu (MB), dapat dibaca pada artikel SANACHINET lainnya.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Cara mengatasi Murai Batu sakit dan tidak mau makan. Cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini dapat menyebabkan berbagai penyakit pada hewan peliharaan, tidak terkecuali pada burung (MB) #murai #murai_batu
Murai Batu (MB) sakit

Cara mengatasi Murai Batu sakit dan tidak mau makan

Sekilas burung Sanger mirip dengan burung Gereja dan persis seperti Kenari. Burung Sanger termasuk burung pemakan biji-bijian seperti halnya burung Kenari, dan untuk pola perawatannya juga hampir sama.
Burung Sanger memiliki postur tubuh kecil dan warna kurang mencolok, tapi hal itu tidak menyurutkan popularitas burung ini di kalangan Kicau Mania.
Walaupun penampilannya kurang menarik, burung Sanger memiliki suara kicauan yang nyaring, lantang dan ngeroll. Kualitas suaranya tidak kalah dengan burung kicauan jenis lainnya.
Burung ini termasuk burung yang mudah dipelihara dan cepat gacor jika dirawat dengan tepat. Saat ini burung Sanger juga sudah mulai banyak ditangkarkan dan caranya hampir sama dengan cara berternak burung Kenari. Kedua burung tersebut memang memiliki kesamaan, tapi soal kualitas suara, burung sanger bisa dibilang lebih unggul. Burung Sanger juga banyak disilangkan dengan burung Kenari dan Blacksthroad.
Sebagian besar para Kicau Mania memelihara burung Sanger untuk dijadikan sebagai masteran burung-burung lain seperti Murai Batu (MB), Kacer, Cucak ijo (CI), Kenari, dan burung-burung lainnya, terutama burung-burung lomba. Banyak burung Kenari dari anakan dimaster dengan suara burung Sanger karena akhir-akhir ini banyak dibuka lomba kelas khusus untuk Kenari isian.
Suara burung Sanger memang cocok dijadikan masteran untuk burung-burung lomba karena memiliki karakter suara dengan speed rapat dan ngeroll panjang.
Harga burung Sanger yang cenderung stabil, bahkan bisa dibilang ada peningkatan membuat banyak Kicau Mania yang mulai tergiur untuk menangkarkan burung ini. Meskipun lomba burung kelas Sanger masih sangat jarang, tapi hal itu tidak mempengaruhi popularitas dan daya tarik burung mungil ini.
Jika melihat popularitasnya yang terus menanjak, bukan tidak mungkin jika burung Sanger juga bisa sepopuler Kenari dan Lovebird yang pernah fenomenal.
Sayangnya masih jarang EO yang membuka kelas untuk burung Sanger, padahal burung ini memiliki suara merdu dan unik ketika berkicau. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk ke depannya kelas Sanger akan dibuka diberbagai event besar atau hanya sekedar latber jika peminatnya semakin banyak.
Oleh karena itu tidak ada salahnya jika kita memelihara burung Sanger meskipun tidak untuk dilombakan, tapi bisa kita manfaatkan untuk hiburan dirumah atau sebagai guru vocal burung-burung lainnya.

Demikian sedikit informasi tentang "Mengenal burung Sanger, simungil bersuara lantang". Untuk informasi lain seputar burung Sanger, dapat dibaca pada artikel SANACHINET lainnya.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Sekilas burung Sanger mirip dengan burung Gereja dan persis seperti Kenari. Burung Sanger termasuk burung pemakan biji-bijian seperti halnya burung Kenari
Burung Sanger

Mengenal burung Sanger, simungil bersuara lantang

Perbedaan Murai Batu Lampung super dan Murai Batu Lampung semi - Di alam bebas, Murai Batu (MB) asal Lampung sudah sangat sulit ditemukan karena populasinya yang semakin sedikit bahkan nyaris punah. Tapi jika kita lihat dipasar-pasar burung di Indonesia, sangat mudah kita temui Murai Batu (MB) yang diberi label Murai Batu Lampung, Lampung super dan Lampung semi.
Murai Batu (MB) Lampung dan Lampung super sebetulnya adalah dua jenis Murai Batu dari habitat yang sama di Pulau Sumatera, hanya saja penyebutan Lampung dan Lampung super tersebut berasal dari para pedagang untuk membedakan antara Murai Batu Lampung ekor pendek dan Murai Batu Lampung ekor panjang, sekaligus untuk membedakan harga jual dari keduanya.
Harga jual Murai Batu (MB) Lampung ekor panjang/Lampung super lebih tinggi dari Murai Batu Lampung biasa/ekor pendek, karena para penggemar Murai Batu (MB) lebih menyukai Murai Batu dengan ekor yang panjang menjuntai.
Murai Batu (MB) Lampung dan Lampung super memiliki spesifikasi yang sama, dari segi suara, mental maupun gaya tarungnya, karena keduanya memang berasal dari habitat yang sama. Yang membedakan dari keduanya hanya pada ukuran ekornya saja.
Murai Batu (MB) Lampung memiliki postur tubuh yang sedikit lebih besar dari Murai Batu Medan atau Murai Batu Aceh, tapi perbedaan dari sisi fisik yang paling mudah dikenali adalah pada bagian ekornya yang lebih pendek dan cenderung lurus dari pangkal sampai ujung ekor.
Kalau dilihat dari bentuk fisik lainnya secara keseluruhan memang agak sulit untuk membedakan Murai Batu (MB) Lampung dengan Murai Batu asal Sumatera lainnya karena hampir serupa.
Ciri lainnya dari Murai Batu (MB) Lampung adalah pada gaya tarungnya yang menaik turunkan kepalanya seperti mencangkul mirip dengan gaya tarung Murai Batu Borneo/Kalimantan, hanya saja Murai Batu Lampung yang asli tidak menggembungkan bulu dadanya ketika bertarung.
Sedangkan Murai Batu (MB) Lampung semi, sebetulnya bukanlah Murai Batu yang berasal dari Lampung (Sumateta), melainkan dari Kalimantan atau lebih tepatnya Murai Batu Palangka yang memiliki ukuran ekor yang cukup panjang.
Ketika berkicau sendiri tanpa lawan, Murai Batu (MB) Palangka tidak gembung, tapi pada saat ditrek, baru kelihatan Murai Batu (MB) yang disebut Lampung semi tersebut akan mengembangkan bulu-bulunya (gembung).
Secara fisik, Murai Batu (MB) Palangka memang identik dengan Murai Batu (MB) Lampung, hal itulah yang dimanfaatkan oleh para oknum pedagang nakal untuk mencari keuntungan dari ketidak tahuan para penghobi pemula.
Dikarenakan Murai Batu (MB) asal Kalimantan kurang diminati, maka oleh para oknum pedagang nakal diberi label sebagai Murai Batu Lampung semi untuk menarik minat pembeli sekaligus menaikkan harga jualnya.
Jika diperhatikan dari fisiknya, Murai Batu (MB) Palangka memiliki beberapa ciri yang berbeda, baik gradasi warna bulu, warna kaki dan ukuran ekornya.
Ciri-ciri Murai Batu (MB) Palangka/Lampung semi:
• Postur tubuh sedang dengan bentuk agak memanjang.
• Panjang ekor antara 15-18 cm.
• Warna bulu dada coklat hingga coklat tua.
• Warna kaki ada yang hitam pekat, coklat kehitaman (warna tanduk), coklat kemerahan dan putih kekuningan.
Gaya tarung Murai Batu (MB) Palangka sama seperti typical Murai Batu Kalimantan/Borneo lainnya. Murai Batu Palangka juga akan mengembangkan bulu dadanya pada saat tarung, tapi tidak seperti Murai Batu Borneo lainnya, Murai Batu Palangka hanya mengembangkan bulu bagian perut dan sedikit dibagian dada (semi gembung).
Hal itulah yang dimanfaatkan oleh para oknum pedagang nakal untuk menarik minat pembeli sekaligus menaikkan harga jual Murai Batu Palangka tersebut dengan memberikan label Murai Batu (MB) Lampung semi.
Murai Batu (MB) Lampung berasal dari Pulau  Sumatera, dan typical gaya tarung Murai Batu asal Sumatera tidak ada yang mengembangkan bulu-bulu badannya (tidak gembung), berbeda dengan Murai Batu dari Kalimantan/Borneo yang memiliki ciri khas mengembangkan bulu-bulu badannya (gembung) pada saat tarung, termasuk Murai Batu Palangka/Kalimantan super yang sering disebut Murai Batu Lampung semi.
Jadi, bisa kita ambil kesimpulan kalau Murai Batu (MB) Lampung semi bukanlah Murai Batu yang berasal dari Lampung (Sumatera), melainkan dari Kalimantan/Borneo yang diberi label oleh para oknum pedagang nakal sebagai Murai Batu Lampung semi untuk menarik minat pembeli dan menaikkan harga jualnya.
Secara fisik, antara Murai Batu (MB) Lampung dengan Murai Batu (MB) Lampung semi, memang hampir tidak ada bedanya. Yang membedakan dari keduanya hanya pada gaya tarung dan pola ekornya saja.

Perawatan yang tepat untuk Murai Batu (MB) muda hutan (MH) agar cepat ngeplong dan gacor
Demikian sedikit informasi tentang perbedaan Murai Batu Lampung super dan Murai Batu Lampung semi. Untuk informasi lain seputar Murai Batu (MB) bisa dibaca pada artikel SANACHINET yang lain.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Pola ekor Murai Batu (MB) Lampung dan Borneo

Perbedaan Murai Batu Lampung super dan Murai Batu Lampung semi

Tledekan gunung termasuk jenis burung fighter yang memiliki suara merdu dan bervariasi. Ukuran tubuh burung ini memang kecil, tapi suaranya cukup keras dan melengking dengan irama serta variasi lagu yang sangat merdu dan harmonis.
Walaupun ukuran tubuhnya kecil, tapi mental burung fighter ini cukup tangguh dan bahkan berani berkicau melawan burung-burung fighter lain yang ukurannya lebih besar.
Kalau sudah mapan, burung ini sangat responsif saat mendengar suara burung lain yang sejenis bahkan burung dari jenis lain. Begitu mendengar suara burung lain, Tledekan gunung akan langsung berkicau.
Untuk membuat Tledekan gumung gacor sebetulnya tidak sulit, asal dirawat dengan tepat dan konsisten. Perawatannyapun standar tidak beda jauh dengan perawatan burung kicau pemakan serangga lainnya yang meliputi:
1. Pengembunan
2. Mandi
3. Jemur
4. Pakan
5. Pemasteran
Perawatan harian untuk Tledekan gunung:
1. Pengembunan
Embunkan Tledekan gunung setiap hari mulai jam 05.00 agar burung bisa menghirup udara segar dan menikmati suasana fajar untuk memancingnya agar rajin berkicau.
2. Mandi
• Mandikan Tledekan gunung tiap pagi, sediakan cepuk mandi didalam kandangnya agar burung bisa mandi sendiri.
• Setelah selesai, ambil cepuknya dan sekalian kandangnya juga dibersihkan agar burung merasa nyaman didalam kandangnya dan selalu sehat.
• Berikan jangkrik kecil 5 ekor kemudian angin-anginkan sampai bulu-bulunya kering.
3. Jemur
• Setelah bulu-bulunya kering, kemudian burung dijemur selama 1 jam.
• Selesai penjemuran berikan kroto segar dan gantang ditempat yang teduh.
• Usahakan menempatkan Tledekan gunung ditempat yang sejuk dan dekat dengan suara gemercik air, karena suara gemercik air akan memancing Tledekan gunung untuk berkicau.
• Pada sore harinya, berikan lagi jangkrik ukuran kecil sebanyak 5 ekor, bersihkan kandangnya kemudian kerodong dan biarkan istirahat sampai pagi.
4. Pakan dan ekstra fooding (EF)
• Berikan voor halus setiap hari sebagai pakan utama Tledakan gunung, ganti voor tiap 3 hari sekali dengan yang baru.
• Air minum diganti setiap hari.
• Berikan jangkrik ukuran kecil setiap hari pagi dan sore.
• Kroto segar atau ulat kandang bisa diberikan seminggu 2-3 kali.
• Ulat hongkong (UH) bisa diberikan pada saat cuaca dingin atau pada saat masa mabung untuk membantu mempercepat perontokan bulu-bulunya.
5. Pemasteran
• Untuk menambah variasi kicauannya, bisa dilakukan pemasteran dengan menggunakan suara burung-burung lain yang gacor atau dengan Mp3 player.
• Tempel Tledekan gunung dengan burung-burung kecil yang gacor seperti burung pleci dan kolibri.
• Selain berfungsi sebagai masteran, suara burung-burung kecil yang gacor tersebut akan memancing Tledekan gunung untuk berkicau menyauti, semakin berisik maka Tledekan gunung juga akan semakin ngotot untuk berkicau karena burung ini memang bertipe fighter.
Dengan perawatan yang teratur dan konsisten, Tledekan gunung yang kita rawat akan menjadi cepat gacor dan bisa dinikmati kemerduan suara kicauannya.

Demikian sedikit informasi tentang tips perawatan Tledekan gunung agar cepat gacor. Untuk informasi lain seputar Tledekan gunung bisa dibaca pada artikel On Kicau yang lain.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Tledekan gunung

Tips perawatan Tledekan gunung agar cepat gacor

Cara merawat Kacer agar cepat gacor dan buka ekor, burung kacer bagus, kacer petarung, kacer fighter,
(Kacer Poci)

Ciri khas dari burung Kacer yang menjadi daya tarik utama burung ini adalah suara kicauannya yang merdu dan bervariasi, ditambah gaya tarung ngobra buka ekor dan sayap sambil berkicau mengeluarkan materi isiannya semakin menambah daya tarik burung fighter ini.

Kacer yang tidak mau buka ekor memang terlihat kurang greget walaupun gacor dan bongkar isian. Karena itulah setiap Kacer Mania pasti menginginkan Kacer peliharaannya bisa berkicau sambil buka ekor.

Sebetulnya tidak sulit untuk membuat Kacer buka ekor, karena itu sudah menjadi karakter dasar burung ini saat bertarung sebagai cara untuk menunjukkan kehebatannya.

Kacer yang sudah dewasa dan dalam kondisi fit secara fisik dan mental serta sudah pada tingkat birahi yang stabil pasti akan menunjukkan gaya berkicau sambil buka ekor saat bertarung bahkan pada saat tidak ada lawan sekalipun.

Berikut ini beberapa tips jitu agar Kacer gacor dan buka ekor:

• Pengembunan

Pengembunan sangat bagus dilakukan untuk menstabilkan birahi dan emosi Kacer. Dengan di embunkan, Kacer juga akan merasa fresh karena dapat menikmati udara segar dan suasana pagi hari yang merupakan waktu favorit bagi burung-burung liar untuk berkicau saling bersahutan.

Oleh karena itu, Kacer perlu di embunkan setiap hari mulai jam 05.00 pagi. Ketika di embunkan berikan jangkrik 2 ekor dan ulat hongkong (UH) 3 ekor.

• Mandi

Jam 07.00 pagi mandikan Kacer di keramba. Sambil menunggu burung selesai mandi kandangnya dibersihkan dan ganti atau tambahkan voer serta ganti juga air minumnya dengan yang baru.

• Jemur

Setelah burung selesai mandi lalu masukkan kembali kedalam kandang hariannya dan berikan lagi jangkrik sebanyak 3 ekor. Angin-anginkan dulu ditempat teduh sampai bulu-bulunya kering baru dijemur selama 2 jam rutin setiap hari.

Jika Kacer sudah tidak mangap lagi ketika dijemur selama 2 jam, maka durasi penjemuran bisa ditingkatkan lagi sampai Kacer kuat dijemur selama 3 jam agar nafasnya lebih panjang dan staminanya lebih kuat, terutama saat di lombakan.

Setelah selesai dijemur, angin-anginkan dulu ditempat yang teduh selama setengah jam untuk mendinginkan suhu tubuhnya. Berikan kroto segar sebanyak satu cepuk lalu di kerodong. Selama istirahat (di kerodong), tempel dengan burung-burung masteran untuk menambah variasi lagunya.

Sore hari sekitar jam 4 buka kerodong lalu angin-anginkan atau bisa dijemur lagi dan berikan jangkrik sebanyak 5 ekor. Jam 5 sore burung di kerodong lagi dan biarkan beristirahat sampai pagi hari.

• Exstra fooding (EF)

Kacer adalah burung tipe fighter yang butuh stamina prima untuk menunjang karakternya tersebut. Oleh karena itu, burung Kacer membutuhkan pakan tambahan berprotein tinggi untuk mendongkrak staminanya. Pakan-pakan tambahan atau extra fooding (EF) yang perlu diberikan pada Kacer antara lain:

- Jangkrik

Jangkrik adalah extra fooding (EF) utama untuk memenuhi kebutuhan protein Kacer. Jangkrik juga mudah didapatkan karena banyak dijual di kios-kios pakan burung atau di pasar burung.

Berikan jangkrik rutin setiap hari pada pagi dan sore dengan porsi di sesuaikan dengan karakter dan kebiasaan masing-masing burung untuk menjaga stamina dan level birahinya.

- Ulat hongkong (UH)

Ulat hongkong (UH) bersifat panas, extra fooding (EF) ini bisa diberikan pada saat cuaca dingin untuk menghangatkan tubuh Kacer atau pada saat Kacer dalam masa mabung/ngurak untuk mempercepat perontokkan bulu-bulunya.

Ulat hongkong (UH) juga bisa diberikan pada saat Kacer akan dilombakan untuk mendongkrak emosi Kacer agar bisa tampil lebih ngotot di gantangan. Porsi pemberiannya disesuaikan dengan karakter masing-masing Kacer.

- Kroto

Kroto segar bisa diberikan 2 atau 3 hari sekali atau pada saat akan dilombakan saja untuk mendongkrak stamina dan tingkat birahi Kacer.

Sesuaikan porsi pemberiannya dengan karakter masing-masing Kacer, karena tidak semua Kacer cocok dengan kroto. Kandungan protein pada kroto yang sangat tinggi justru bisa membuat kacer mbagong karena over birahi (OB) kalau porsinya berlebihan. Kroto lebih cocok diberikan pada Kacer yang karakternya cepat panas atau over emosi.

- Ulat daun pisang

Ulat daun pisang bisa diberikan pada Kacer seminggu sekali sebagai variasi menu pakannya dengan porsi 2 ekor yang berukuran besar. Sebelum diberikan pada Kacer, terlebih dulu bersihkan serbuk putih yang menyelimuti tubuh ulat.

Ulat ini juga bisa di berikan pada saat akan di lombakan untuk mendongkrak stamina dan birahinya. Kandungan air yang banyak dalam tubuh ulat daun pisang sangat bermanfaat untuk mendinginkan tubuh Kacer, dan kandungan proteinnya yang tinggi juga sangat bermanfaat untuk mendongkrak stamina dan birahi Kacer.

Tapi perlu di ingat, ulat daun pisang tidak cocok di berikan pada Kacer yang memiliki karakter lambat panas karena emosinya akan semakin ngedrop.

- Larva tawon

Larva tawon bisa diberikan pada saat cuaca dingin untuk menghangatkan tubuh Kacer dan menjaga kondisi Kacer agar tetap fit pada saat cuaca tidak bersahabat. Bisa juga diberikan pada saat Kacer dalam masa mabung, karena sifatnya panas dapat membantu mempercepat perontokan bulu-bulu Kacer.

Jangan memberikan larva tawon secara berlebihan pada saat Kacer dalam kondisi normal (tidak dalam masa mabung), karena dapat menyebabkan Kacer over emosi bahkan bisa menyebabkan bulu-bulunya rontok karena sifatnya terlalu panas.

- Belalang

Sebetulnya belalang adalah exstra fooding (EF) yang paling bagus untuk jenis burung pemakan serangga termasuk Kacer, karena belalang merupakan pakan alami burung-burung pemakan serangga di alam bebas. Belalang bisa diberikan setiap hari sebagai pengganti jangkrik. Tapi sayangnya cukup sulit untuk mendapatkannya.

- Buah

Kacer adalah burung pemakan serangga dan jarang sekali ada Kacer yang mau mengkonsumsi buah, tapi jika Kacer yang kita pelihara ternyata suka buah, maka tidak ada salahnya untuk dierikan buah seperti pisang, pepaya atau apel seminggu 2x untuk memenuhi kebutuhan vitaminnya.

Tapi jika Kacer tidak suka buah, alternatifnya dengan memberikan pakan buah dan sayuran pada jangkrik terlebih dulu sebelum di berikan pada Kacer.

Lakukan perawatan di atas secara rutin dan konsisten dengan menyesuaikan karakter masing-masing Kacer. Setelah kondisi mental dan fisiknya prima, pasti Kacer akan gacor, ngobra buka ekor dan sayap.
Cara merawat Kacer agar cepat gacor dan buka ekor, burung kacer bagus, kacer petarung, kacer fighter,
(Kacer Poci)

Baca juga:

Tips perawatan untuk Kacer yang kurang fighter

Cara mudah membuat Kacer menjadi gacor

Cara mengatasi Kacer yang sering nyiblek

Demikian sedikit informasi tentang cara merawat Kacer agar cepat gacor dan buka ekor. Untuk informasi lain seputar burung Kacer, dapat dibaca pada artikel SANACHINET lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Cara merawat Kacer agar cepat gacor dan buka ekor